Kebebasan berekspresi (di) Internet & Netiket-nya

INTERNET, yang merupakan kependekan dari  interconnected-networking,  secara harfiah menurut Wikipedia dapat diartikan sebagai sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia. Internet yang awalnya merupakan sebuah proyek ARPANET (Advanced Research Project Agency Network) yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969 ini, digunakan untuk keperluan militer, namun kini INTERNET (bentuk penyederhanaan dari ARPANET) bukan hanya dapat digunakan di kalangan militer Amerika Serikat saja, tetapi hampir seluruh penduduk di dunia ini telah dapat menggunakan internet sebagai sebuah teknologi yang fenomenal.

Bagaimana tidak fenomenal? dengan internet, bisa dibilang beberapa kegiatan jadi jauh lebih mudah untuk dikerjakan melalui atu via internet. Sebut saja kegiatan mengirim surat. Kini, hanya dengan menuliskan beberapa kata, judul surat, dan kepada siapa surat akan ditujukan, dengan sekali ‘Klik’ tombol “Kirim”, maka [voiilllaaa..] Surat sudah sampai ke tangan si Penerima. Tidak perlu repot beli amplop dan perangko, cukup duduk manis di depan komputer dan semua beres! :D. Itu baru salah satu contoh fitur yg ada di Internet: Email.

Ditambah lagi, kini Internet bukan hanya sekedar alat bantu mengirim surat, ada banyak konten yang bisa diakses baik itu yg GRATIS maupun yg berBAYAR. Google, Yahoo!, Wikipedia, Facebook, YouTube, Twitter, FourSquare, Flickr, Blogger, WordPress, Tumblr, LinkedIn, dan yg lainnya [yg tdk dpt disebutkan satu persatu] merupakan contoh-contoh konten yg paling umum dikunjungi oleh para peselancar Internet  (The Surfer of Internet).

Kini, dengan banyaknya dan beragamnya konten-konten (gratis khususnya) di Internet, seperti email dan Social Media, semakin banyak pula masyarakat yang menggunakannya sebagai sarana berekspresi dan menyuarakan pendapat (aspirasi). Seperti beberapa contoh kasus yang terdapat dalam film LINIMAS(S)A, antara lain:

  • Forum solidaritas masyarakat se-Indonesia untuk bantuan bencana alam Gempa Bumi Yogyakarta beberapa waktu yang lalu. Baik itu lewat Facebook maupun Twitter.
  • Aksi Koin Peduli Prita, pada tahun 2009 kemarin.
  • Dukungan Pembebasan Bibit-Chandra oleh para Facebookers dalam Fans Page Facebook “Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto”.
  • Dan gerakan-gerakan dukungan (pro) maupun protes (kontra) yg lain, terhadap berbagai issue yg terjadi di negeri ini.

Bahkan, seorang Briptu asal kota Gorontalo pun dapat berkesempatan utk mewujudkan mimpinya dengan bernyanyi dan tampil di berbagai stasiun TV untuk menghibur masyarakat dengan lagu Indianya “Chaya Chaya”. Yup!! melalui konten video seperti YouTube bahkan bisa mendebut seseorang untuk menjadi Artis dalam sekejap mata. Ya.. sebut saja artis debutan YouTube lainnya di negeri ini, Sinta-Jojo, Gamaliel-Audrey, Raisa, dan Briptu Norman Kamaru. Tetapi, tidak semua artis debutan YouTube tsb. asal tenar saja, sebagian dari mereka memang sudah memiliki kualitas utk menjadi Artis. ^_^v

Tetapi, sejauh mana sebetulnya kita dapat bebas berekspresi di Internet? Satu hal yg pasti dan dapat saya katakan adalah “Kebebasan yang beretika” dan dapat dipertanggung jawabkan tentunya. Mengapa saya katakan demikian? karena tidak sedikit juga kasus hukum yang mencuat hanya karena kita terlalu ‘ekspresif’ di dunia maya (khususnya social media). Ya… sebut saja lagi kasus Bunda Prita, yang awalnya sih hanya berniat untuk ‘curhat’. Lalu, ada lagi soal Luna Maya, pada waktu itu, yang kebablasan meluapkan emosinya kepada para wartawan melalui media Twitter dengan menggunakan kata-kata yg kurang pantas. Dan masih banyak lagi contoh lainnya (saya rasa).

Seperti pernyataan Mas Anggara Suwahju di bawah ini, yang saya kutip dari artikelnya “Merawat Kebebasan Internet di Indonesia” dalam buku Linimas(s)a.

Setidaknya ada tiga isu pokok dalam pembatasan terhadap
kebebasan berekspresi yaitu Pertama, pembatasan itu harus
ditentukan oleh hukum, Kedua, pembatasan ditujukan untuk
memenuhi salah satu alasan, antara lain keselamatan publik
(public safety), ketertiban publik (public order), moral
publik (public morals), kesehatan publik (public health),
hak-hak dan kebebasan dasar orang lain, hak dan reputasi
orang lain dan keamanan nasional, dan Ketiga, pembatasan
harus dianggap perlu untuk dilakukan (proporsional).

Nah, dengan kata lain, dengan adanya pembatasan-pembatasan tsb., baik yang tertulis (hukum) maupun yg tidak, kita sebagai pengguna Internet bisa lebih wise (bijak) dalam memanfaatkan dan menggunakan konten-konten yg ada.

Bahkan sebetulnya, ada istilah sendiri yg dipakai oleh para neters (pengguna Internet) dalam beretika. Biasanya disebut netiquette atau diserap ke dalam bhs.Indonesia menjadi ‘Netiket‘. Menurut Wikipedia, Netiket merupakan etika dalam berinternet. Biasanya Netiket ini banyak dibahas dan dipakai dalam forum/milis. Beberapa tulisan yang saya cari di Inetrnet tentang ‘Netiket’, pada umumnya membahas etika yang berlaku dalam sebuah milis/forum, dengan garis besar etika-etika yang harus diperhatikan adalah:

  1. Biasakan untuk tidak menggunakan huruf kapital (semua).
  2. Kutip seperlunya (memberi tanggapan sesuai dengan kata-kata yg ingin diberi tanggapan)
  3. Jika ada pesan yang sifatnya ditujukan untuk pribadi, jgn disampaikan atw ditanggapi di dalam forum. Lebih baik lewat Personal Message.
  4. Hati-hati terhadap Informasi/berita hoax
  5. Dilarang menghina Agama [Ras/suku saya pikir jg perlu utk saling menghormati]
  6. Hindari Personal Attack (berargumentasi lah dg menggunakan data, bukan menyerang kelemahan lawan diskusi)
  7. Beri keterangan, jika harus menyimpang dari topik.
  8. Gunakan bahasa yg sopan dan baik pada saat bertanya maupun memberi tanggapan.

*) sumber: http://www.sarapanpagi.org/netiket-etika-ber-internet-dan-etika-berdiskusi-vt721.html

Beberapa etika yg lain, selain yg digunakan utk forum/milis, lebih mengarahkan kita utk lebih hati-hati dalam hal menggunakan, mengolah, maupun menyimpan data-data dalam (ber)Internet. Seperti data-data pribadi yang umumnya diminta oleh beberapa konten gratis maupun berbayar yg ada di Internet. Pastikan bahwa data-data yg dimasukkan akan terjamin keamanannya. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Netiquette).

Jadi, sebaiknya kita memang perlu untuk memperhatikan etika-etika tersebut mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. Hal ini juga berlaku pada diri saya sendiri. Umm…mungkin ada beberapa hal sederhana yg bs kita lakukan untuk mengatur diri sendiri dalam berekspresi di Internet [berhubung hal-hal di bawah ini juga berlaku untuk saya, jd saya memberikan contoh hal yg sederhana saja], antara lain:

  • Jika menulis di blog atw jurnal lainnya di Internet, sebaiknya menyertakan sumber tulisan jika kita mengutip atw bahkan meng-copy sebagian tulisannya.
  • Hati-hati dalam menuliskan status pada konten social media. Sebaiknya jgn menuliskan status pada saat  emosi.
  • Sebaiknya samarkan identitas seseorang atau institusi, jika menuliskan suatu keluhan/complain maupun membicarakan seseorang/institusi tsb. (jangan sebut ‘merek’)
  • Hati-hati dalam menuliskan data pribadi pada bagian Profil yang dapat dilihat oleh publik.
  • Berikan watermark kepemilikan kita pada gambar-gambar yang sekiranya tidak ingin dipakai oleh orang lain.
  • Berbagilah sesuatu informasi yg bermanfaat utk orang lain.
  • Jadikan social media sebagai ajang promosi Anda dan Produk Anda :D. Ciptakan Brand Anda dan Bisnis Anda melalui situs-situs jejaring sosial (seperti yg diilustrasikan pada gambar di halaman buku Linimas(s)a untuk judul artikelnya Mbak Aulia Halimatussadiah a.k.a Salsabeela (Ollie))
  • Dan etika-etika lain yg bisa anda buat untuk menciptakan gaya (ber)Internet yg sehat dan aman.

Semoga bermanfaat!! 🙂

*) silahkan menambahkan etika-etika lain yg sekiranya perlu ditambahkan menurut anda, di kolom komentar. Trims!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s